
Index of articles, click here.
http://www.banjarmasinpost.co.id/printnews/artikel/36508
JAKARTA, KAMIS - Ramadhan Pohan, korban pemukulan penulis buku Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century, George Junus Adijtondro tak menghiraukan bukti perencanaan provokasi dirinya yang kini sudah dikantongi pengacara George. Meskipun pengacara George akan menjadikan bukti tersebut sebagai bahan laporan Ramadhan ke kepolisian.
"Yang dia katakan sebagai bukti tidak berarti apapun. Karena dari apa yang dilihat dari suasana, kejadian, foto (saat acara diskusi), kan kita duduk dan tertawa bareng tidak ada apa-apa," ujar Ramadhan kepada Persda Network lewat sambungan telepon, Kamis (25/2). Ramadhan dengan senang hati akan menerima apapun rencana hukum yang dilakukan pengacara George.
Dikatakan Ramadhan, kalau barang bukti yang dimaksud berupa pernyataan dirinya akan memberi pelajaran George di tempat seperti dilansir sebuah media online , itu bukan kasus pemukulan. "Tetapi memang saya mau bertemu dua pengacara saya terkait pencemaran nama saya, Jurnal Nasional yang diumbar George di mana-mana. Saya mau menghentikan George secara hukum," urainya.
Sebaliknya, sambung Ramadhan, seharusnya yang memberi pelajaran adalah dirinya, bukan George yang memukul. "Semestinya saya yang memukul, bukan George. Tapi seumur hidup saya tidak pernah memukul orang. Saya juga tidak pernah berkelahi," kata anggota dewan dari Partai Demokrat tersebut.
Sebelumnya, pengacara George Panca Nainggolan melihat ada upaya perencanaan Ramadhan yang membuat George marah dalam acara peluncuran buku tersebut. Panca melihat dugaan perencanaan itu patut diduga dapat diklasifikasikan sebagai tindak pidana. Rencananya ini akan dijadikan bukti pengacara untuk melaporkan Ramadhan ke polisi. "Tapi tergantung pada George mau menggunakan haknya atau tidak," kata Panca. (Persda Network/Yog)
Index of articles, click here.
Ronald Reilliu,
Adrian Santaniau
3 Krygina Street Vladivostok,
690065 Russia
Last updated: December 21, 2010